There are 3 human types in this world, which one are you ?
Observasi dari Thomas Hobbes menyimpulkan “Homo homini lupus”, yang artinya, manusia menjadi serigala bagi sesamanya. Manusia menjadi sangat egois sehingga menjadi serigala yang saling menerkam sesamanya. Menarik sekali, karena apa yang dikatakan Thomas Hobbes benarlah demikian adanya. It’s happening…!
Saya mempunyai teman sebut saja A, Keluarga dari ayahnya yakni pamannya menggadaikan surat rumahnya ke dalam suatu bank. Entah bagaimana ceritanya surat rumahnya sudah berada di tangan pamannya dengan atas nama pamannya. Rumahnya ini adalah merupakan warisan dari kakeknya ang dibagi-bagi ke tiap-tiap anaknya dengan bagian masing-masing. Lalu kenapa digadaikan ? keluarga inti A tidak punya hutang apapun terhadap pamannya bahkan berbuat sesuatu yang merugikan A tidak mengerti mengapa pamannya berbuat demikian
So the next question, apakah pamannya sekarang terlilit hutang sehingga harus menggadaikan rumahnya. Maka untuk mencari tahu A mengadakan pertemuan dengan para keluarga besar ayahnya untuk membicarakan mengapa penggadaian surat rumah harus dilakukan. Waktu itu paman A sudah meninggal dan yang menjadi perwakilan adalah sang istri. Istrinya beragumen bahwa penggadaian rumah ini terjadi dengan alasan terlilit hutang. Statement ini pun menjadi sesuatu hal yang di atas relevansi tentang A, karena A tahu dari luar bahkan semua kerabat keluarganya mengetahui keluarga pamannya sudah lebih dari cukup, mempunyai banyak mobil , toko yang masih beroperasi dengan omzet jutaan,menyekolahkan anak-anaknya di luar negeri dan terakhir rumahnya kembali di renovasi. So, you tell me, apakah orang seperti itu kekurangan?? A sendiri tidak mempunyai mobil,belum pernah sekolah di luar negeri dan rumahnya sudah lapuk , bocor butuh direnovasi
Keegoisan tidak memandang apakah keluarga atau bukan, terlebih lagi bukan keluarga kita. Hati-hati pada manusia tipe ini karena sifat keegoisannya sudah mendarah sampai-sampai hal yang sangat egois dianggap wajar.
Jenis homo berikutnya adalah “Homo Homini Angelus”, serba rohani dalam kepura puraan. Makhluk jenis ini dapat ditemukan pada hari-hari ibadah dan tersebar di tempat-tempat ibadah. Jenis ini berbeda dari jenis “lupus” karena memakai topeng untuk menutupi berbagai hal dalam kepura-puraan. Apapun yang diucapkan semuanya di atas relevansi, contoh sebut saja A seorang aktivis rohani yang luar biasa tiba-tiba mengalami masuk angin sehingga tubunya sakit, lalu A berkata “ Sakit ini adalah kehendak dari yang maha Kuasa”, padahal kalau dilihat-lihat A dalam minggu-minggu ini suka bergadang, makan tidak teratur dan tidak pernah berolahraga. Segala suatu hal dikaitkan serba rohani dan setiap ucapannya sepertinya hampir menyerupai setengah malaikat. Tidak banyak informasi yang digali dari hal ini karena sifatnya yang “tertutup” sehingga sulit terjamah bahkan membuat hidupnya terisolasi dan penuh dengan kepalsuan
Jenis homo yang terakhir adalah Homo homini homo. Jenis homo ini adalah tipe yang mau terus menerus belajar, belajar dari kesalahan , belajar memiliki pola pikir yang baru dengan menerima nasihat. Salah satu indikasinya adalah hati yang humble. Dengan hati yang humble menyadari bahwa hanya pada Tuhanlah kesempurnaan itu. Manusia terbatas sehingga tidak luput dari kesalahan, menyadari bahwa di atas kekayaan yang dimiliki semuanya adalah kepunyaan Tuhan dan dimaksudkan untuk tujuan kebersamaan . Sebagai penghantar kasih bagi sesama yang membutuhkan pertolongan, menyadari bahwa dirinya adalah makhluk sosial yang butuh untuk ditolong dan kemauan yang timbul dari dalam diri untuk menolong.
Kembali ke dalam judul di atas, Manusia tipe apakah anda ?
Inspired from Dr. Andar Ismail